AIR TERJUN BANYUMALA EKSOTISNYA AIR TERJUN TERSEMBUNYI DI BULELENG

  • Admin Bkpsdm
  • 09 Oktober 2018
  • Dibaca: 357 Pengunjung

                                                                                   PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karuniaNyalah, Makalah ini dapat terselesaikan dengan baik, tepat pada waktunya,Adapun tujuan penulisan Makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dengan judul Air Terjun Banyumala “Eksotisnya Air Terjun Tersembunyi di Buleleng”.Dengan membuat tugas ini saya mampu untuk lebih mengenal tentang Kepariwisataan dan kebudayaan yang berkembang sebagai kota wisata budaya, yang merupakan salah satu Kabupaten di Buleleng dan seringkali luput dari pengamatan kita sebagai masyarakat Buleleng.

Harapan saya, semoga Makalah yang sederhana ini, dapat memberi kesadaran tersendiri bagi generasi muda bahwa kita juga harus mengetahui adat dan kebudayaan khususnya dalam pariwisata di Buleleng.

                                                                                    Pendahuluan

Bali merupakan salah satu daerah tujuan wisata internasional yang sangat terkenal didunia. Sektor kepariwisataan telah menjadi motor penggerak perekonomian dan pembangunan di Bali sejak tahun 1970-an. Oleh karena itu kepariwisataan merupakan bagian yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan lagi dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan di Bali.(Pitana, 2003). Keindahan alam dan kebudayaan Bali yang unik dan beranekaragam yang dituntun atau berpedoman pada falsafah Hindu dan keindahan alam menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan,baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Untuk menjaga keberlanjutan pariwisata di Bali, Pembangunan pariwisata di Bali selalu berdasarkan pada penerapan konsep “Tri Hita Karana”. Konsep ini bertujuan untuk menyeimbangkan hubungan antara manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam. Kabupaten Buleleng terletak di bagian paling utara Pulau Bali yang mempunyai wilayah terluas diantara 9 kabupaten dan kota di Bali/ yaitu hampir 1/3 luas Pulau Bali (± 1365,88hektar) dengan batas/sebelah barat Kabupaten Negara; sebelah selatan Kabupaten Tabanan Badung, dan Bangli; sebelah timur Kabupaten Karangasem dan sebelah utara Laut Jawa dan Bali. Kabupaten Buleleng, memiliki potensi wisata yang tinggi. Namun sayang, kawasan objek wisata itu belum terlalu dikenal. Selain wisata pantai, Buleleng juga memiliki wisata pegunungan yang identik dengan air terjun, air terjun yang belum begitu banyak wisatawan tahu terdapat di Buleleng yaitu air terjun Banyumala . Tempat wisata ini berada di Desa Wanagiri, Sukasada, Buleleng, Bali. Letaknya yang tersembunyi membuat air terjun ini belum banyak diketahui oleh wisatawan. Namun, jangan salah keindahan Air Terjun Banyumala patut disandingkan dengan air terjun lain yang berada di sekitarnya seperti Air Terjun Sekumpul ataupun Air Terjun Gitgit.

Untuk pemerataan kunjungan wisatawan yang datang ke Bali, tanpa merusak tatanan alam. secara tidak langsung dapat meningkatkan taraf  hidup masyarakat dan meningkatkan  pendapatan asli daerah tersebut serta untuk menjaga kelestarian alam yang belakangan ini  sudah mulai terabaikan. Salah satu usaha tersebut adalah membuat suatu sarana prasarana yang medukung untuk kawasan air terjun tersebut. Sehingga diharapkan mampu memenuhi

semua tujuan yang ingin dicapainya itu tujuan dari segi ekonomi, social budaya, dan ekologi dapat terpenuhi dengan baik, karena jika ketiga tujuan itu bisa terwujud dengan baik maka keseimbangan alam dapat terjaga, seperti yang terdapat dalam konsep Tri Hita Karana yaitu Palemahan, Pawongan

dan juga Parahayangan. Ketiga konsep itu mengajarkan manusia selalu menjaga keharmonisan dengan alam, dengan manusia dan juga dengan Tuhan.

                                                                                               Isi

Air Terjun Banyumala berada di dasar sebuah lembah dengan tiga sisi air terjun dan yang terbesar dan tertinggi berada tepat ditengahnya, kemudian air terjun yang lebih kecil berada di kanan dan kiri. Tepat dibawah Air Terjun Banyumala terdapat sebuah kolam yang terbentuk secara alami dan sebenarnya inilah yang membuat air terjun ini menjadi sangat terkenal. Dengan airnya yang sangat jernih dan tenang membuat anda bisa merasa aman untuk berenang didalamnya.

Saking jernihnya bahkan anda dapat melihat dasar kolam ini jika dilihat dari atas walaupun tempat terdalam bisa mencapai kedalaman 2 meter. Udara yang segar dan suasana yang asri akan menyambut Anda ketika sampai di air terjun ini. Hamparan keindahan akan memanjakan mata Anda sesampainya disana. Air terjun ini sangat cocok bagi Anda yang ingin bermain air, mulai dari berenang atau hanya sekedar berbasah-basahan. Walaupun diameternya tidak terlalu luas yaitu sekitar 20 meter, tetapi Anda tidak akan bosan dengan pemandangan yang ada disana. Keindahan formasi air terjun yang sangat indah menjadi daya tarik utama. Tempat ini juga cocok bagi Anda selfie mania, karena disana terdapat spot-spot indah yang bisa Anda pilih. Jalan menuju air terjun memang terkadang cukup sulit. Dari lokasi parkir lanjutkan perjalanan menuju pos jaga sekitar 100 meter dengan berjalan kaki. Tiba di sana Anda akan menemukan pos jaga untuk membayar tiket masuk seharga Rp 10.000 per orang.

Perjalanan berlanjut lagi melewati jalan menurun yang berbentuk tangga dari tanah. Selain itu Anda akan menemukan tangga buatan terbuat dari kayu untuk melintasi tebing. Tak perlu khawatir, tangga buatan yang terbuat dari bambu ini cukup aman digunakan menuju lokasi. Jalan menurun yang cukup ekstrim tentunya akan banyak ditemui di sini. Menyusuri jalan setapak membelah semak serta barisan pepohonan hijau dengan kicauan burung tentu membuat perjalanan melelahkan sekaligus menyenangkan.

Hamparan hutan yang rimbun dan hijau ternyata menyimpan keindahan tersendiri. Tak jauh dari sana Anda akan menemukan surga tersembunyi berupa air terjun yang masih asri dan sangat alami. Sepanjang mata memandang tumbuhan menjalar di antara bebatuan. Hal ini seolah memisahkan air terjun menjadi dua bagian. Arusnya memang tak begitu deras seperti air terjun lainnya, namun keistimewaan air yang jatuh melewati bebatuan diantara tanaman yang menjalar memiliki daya tarik tersendiri.

Bila berangkat dari Denpasar Anda akan menempuh perjalanan selama 3 jam. Cari pertigaan menuju Tamblingan. Bila berangkat dari Bedugul arahkan perjalanan ke utara sampai menemukan pertigaan Kecamatan Busung Biu dan Kota Singaraja. Dari sana belok kiri tepat di jalan utama Danau Buyan dan Tamblingan. Ikuti jalan lurus sampai menemukan penunjuk jalan menuju air terjun. Penunjuk jalan tersebut merupakan jalan masuk menuju air terjun jaraknya sekitar 3,5 km. Bila ingin lebih mudah memang lebih baik menggunakan kendaraan bermotor. Jarak tempat parkir untuk mobil sedikit lebih jauh daripada parkir kendaraan bermotor.

                                                                                        PENUTUP

 Kesimpulan

Air Terjun Banyumala merupakan sebuah air terjun indah yang berlokasi di Kabupaten Buleleng. Seperti diketahui, mayoriatas air terjun di Pulau Bali memang berada di kabupaten ini. Alasannya, karena Buleleng memiliki wilayah yang berada di dataran tinggi. Jadi, tidak heran kalau Anda akan mendapati banyak air terjun di sini.

Untuk menuju ke tempat ini, Anda juga akan dikenakan biaya masuk. Tidak terlalu mahal, setiap pengunjung hanya dikenakan tarif masuk sebesar Rp10 ribu.

Dari loket masuk pengunjung akan berjalan kaki sekitar 15-30 menit menyusuri jalan setapak kurang lebih 2 kilometer. Perjalanan akan terasa cukup melelahkan karena akses jalan menuju air terjun Banyumala naik-turun menembus hutan dan kebun cengkeh milik warga sekitar. Dari arah Bedugul, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke arah utara hingga berjumpa persimpangan yang menuju ke Kota Singaraja dan Kecamatan Busung Bio. Selanjutnya, Anda dapat memilih belok kiri yang lokasinya berada di atas Danau Tamblingan dan Buyan. Setelah itu, Anda tinggal menemukan petunjuk jalan yang berada di sisi kanan jalan.

  

  1. Saran

Solusi yang sekiranya paling bijaksana adalah membangun simbiosis mutualisma antara pariwisata dan budaya. Artinya, sambil mengembangkan sektor pariwisata, kita juga turut serta melestarikan lingkungan budaya kita. Sambil melestarikan kebudayaan kita, kita mengemas pelestarian tersebut dengan berorientasi pada pariwisata. Jika hal itu dapat teruwujud, semaju apapun negara kita, kebudayaan tradisional akan tetap terpelihara tanpa mengabaikan pengembangan pariwisata.

Share Post :